"PERAN STATISTIK DALAM PENELITIAN"
TUGAS MATA KULIAH STATISTIKA
DOSEN : UTARI EVY CAHYANI, SP MM
DOSEN : UTARI EVY CAHYANI, SP MM
Peran Statistik
Di dalam penelitian, statistika berperan untuk:
1.
Memberikan informasi tentang karakteristik distribusi suatu
populasi tertentu, baik diskrit maupun kontinyu. Pengetahuan ini berguna dalam
menghayati perilaku populasi yang sedang diamati.
2.
Menyediakan prosedur praktis dalam melakukan survey pengumpulan
data melalui metode pengumpulan data (teknik sampling). Pengetahuan ini berguna
untuk mendapatkan hasil pengukuran yang terpercaya.
3.
Menyediakan prosedur praktis untuk menduga karakteristik suatu
populasi melalui pendekatan karakteristik sampel, baik melalui metode
penaksiran, metode pengujian hipotesis, metode analisis varians. Pengetahuan
ini berguna untuk mengetahui ukuran pemusatan dan ukuran penyebaran serta
perbedaan dan kesamaan populasi.
4.
Menyediakan prosedur praktis untuk meramal keadaan suatu obyek tertentu
di masa mendatang berdasarkan keadaan di masa lalu dan masa sekarang. Melalui
metode regresi dan metode deret waktu. Pengetahuan ini berguna memperkecil
resiko akibat ketidakpastian yang dihadapi di masa mendatang.
5.
Menyediakan prosedur praktis untuk melakukan pengujian terhadap
data yang bersifat kualitatif melalui statistik non parametrik.
Sementara menurut Sugiyono (2003:12), statistika berperan untuk:
1.
Alat untuk menghitung
besarnya anggota sampel yang diambil dari suatu populasi, sehingga jumlah
sampel yang dibutuhkan akan lebih dapat dipertanggungjawabkan
2.
Alat untuk menguji validitas dan reliabilitas instrumen sebelum
instrumen tersebut digunakan dalam penelitian
3.
Sebagai teknik untuk menyajikan data, sehingga data lebih
komunikatif, misalnya melalui tabel, grafik, atau diagram
4.
Alat untuk menganalisis data seperti menguji hipotesis yang
diajukan dalam penelitian.
Fungsi Statistik
Fungsi yang penting
ssebagai alat bantu, yaitu alat bantu untuk mengolah, menganalisis, dan
menyimpulkan hasil yang telah dicapai dalam kegiatan penilaian tersebut.
Bagi seorang pendidik professional, statistik juga memiliki
kegunaan yang cukup besar. Sebab dengan menggunaan statistik sebagai alat
bantu, maka berlandaskan pada data eksak itu ia akan dapat :
1.
Memperoleh gambaran, baik gambaran secara khusus maupun gambaran
secara umum tentang suatu gejala, keadaan atau peristiwa.
2.
Mengikuti perkembangan atua pasang surut mengenai gejala,
keadaan atau peristiwa tersebut, dari waktu ke waktu.
3.
Melakukan pengujian, apakah gejala yang satu berbeda denagn
gejala yang lain ataukah tidak. Jika terdapat perbedaan, apakah perbedaan itu
merupakan perbedaan yang berarti ataukah perbedaan itu terjadi hanya kebetulan
saja.
4.
Mengetahui apakah gejala yang satu ada hubungannya dengan
gejala yang lain.
5.
Menyusun laporan yang berupa data kuantitatif denag teratur,
ringkas dan jelas.
6.
Menarik kesimpulan secara logis, mengambil keputusan secara
tepat dan mantap, serta dapat memperkirakan atau meramalkan hal-hal yang
mungkin terjadi di masa mendatang, dan langkah konkret apa yang kemungkinan perlu
dilakukan oleh seorang pendidik.
Statistika deskriptif :
berkenaan dengan deskripsi data misal dari menghitung rata-rata dan varians
dari data mentah, mendeksripsikan menggunakan tabel – tabel atau grafik
sehingga data mentah lebih mudah “dibaca” dan lebih bermakna Statistika
inferensial : Sedangkan statistika inferensial lebih dari itu misal melakukan
pengujian hipotesis melakukan prediksi observasi masa depan atau membuat model
regresi. Ø Stastika infrerensial dibedakan menjadi 2. Statistik Parametrik :
yaitu ilmu statistik yang mempertimbangkan jenis sebaran atau distribusi data,
yaitu apakah data menyebar secara normal atau tidak. Dengan kata lain, data
yang akan dianalisis menggunakan statistik parametrik harus memenuhi asumsi
normalitas. Pada umumnya, jika data tidak menyebar normal, maka data seharusnya
dikerjakan dengan metode statistik non-parametrik, atau setidak-tidaknya
dilakukan transformasi terlebih dahulu agar data mengikuti sebaran normal,
sehingga bisa dikerjakan dengan statistik parametrik. Ø Statistik
Non-Parametrik : Adalah test yang modelnya tidak menetapkan syarat-syaratnya
yang mengenai parameter-parameter populasi yang merupakan induk sampel
penelitiannya. Oleh karena itu observasi-observasi independent dan variabel
yang diteliti pada dasarnya memiliki kontinuitas. Uji metode non parametrik
atau bebas sebaran adalah prosedur pengujian hipotesa yang tidak mengasumsikan
pengetahuan apapun mengenai sebaran populasi yang mendasarinya kecuali selama
itu kontinu. Populasi vs sampel } } Populasi : adalah kumpulan semua elemen
yang ada yang akan diobservasi atau diteliti } Sampel : adalah himpunan bagian
dari populasi } Sampling : adalah cara pengumpulan data dengan mengambil sampel
atau contoh dari seluruh anggota populasi } DATA Data adalah bentuk jamak dari
datum. Data merupakan keterangan-keterangan tentang suatu hal, dapat berupa
sesuatu yang diketahui atau dianggap. Data merupakan kumpulan fakta atau angka
atau segala sesuatu yang dapat dipercaya kebenarannya sehingga dapat digunakan
sebagai dasar menarik suatu kesimpulan. Data dapat dijumpai di berbagai tempat.
} Apa itu data yang baik? 1. representatif (mewakili), 2. objektif (sesuai
dengan apa yang ada atau yang terjadi), 3. relevan (ada hubungannya dengan
persoalan yang sedang dihadapi dan akan dipecahkan), 4. mempunyai tingkat
ketelitian yang tinggi atau standar error ( kesalahan baku ) yang kecil.
VARIABEL : adalah suatu besaran yang dapat diubah atau berubah sehingga
mempengaruhi peristiwa atau hasil penelitian. Dengan menggunakan variabel, kita
akan mmeperoleh lebih mudah memahami permasalahan. Hal ini dikarenakan kita
seolah-olah seudah mendapatkan jawabannya. Biasanya bentuk soal yang
menggunakan teknik ini adalah soal counting (menghitung) atau menentuakan suatu
bilangan. Dalam penelitian sains, variable adalah bagian penting yang tidak
bisa dihilangkan. Variabel berdasarkan nilainya : Variabel Kategori : yaitu
variabel yang dapat diklasifikasi secara pilah (mutually exclusive). Beberapa
variabel yang memiliki sifat kategoris antara lain : Jenis kelamin (laki-laki,
perempuan), status perkawinan (belum, menikah, janda/duda), warna kulit (putih,
hitam, sawo matang), suku (Jawa, Sunda, Batak, Bali, lainnya), dan sebagainya.
b. Variabel Diskrit : yaitu variabel yang dikumpulkan datanya dengan cara
membilang atau mencacah. Sebagai hasil proses membilang, maka data diskrit
mempunyai satuan ukuran yang utuh, sehingga tidak memungkinkan data berupa
pecahan. Contohnya, jumlah anak, jumlah penduduk, usia, jumlah murid, jumlah
sekolah, jumlah propinsi, dan sebagainya. c. Variabel kontinum : variabel yang
datanya terdapat dalam suatu kontinum karena diperoleh dari proses mengukur.
Misalnya, data variabel berat badan diperoleh dari hasil pengukuran, misalnya
10 kg. hasil pengukuran tersebut pada dasarnya berada dalam suatu kontinum,
mungkin 9,98 kg atau 10,15 kg. data dari variabel kontinum memungkinkan
berbentuk pecahan, karena hasil pengukuran berada dalam sebuah kontinum. JENIS
DATA/SKALA PENGUKURAN Ada 4 macam skala/level hasil pengukuran yang biasa
digunakan dalam berbagai penelitian, yaitu: } Skala Nominal } Skala Ordinal }
Skala Interval } Skala Rasio
Tidak ada komentar:
Posting Komentar